Pilar Pendidikan

PILAR PENDIDIKAN

Salah satu program yang dijalankan oleh NU Care Lazisnu Temanggung adalah program pendidikan, yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Program pendidikan NU Care Lazisnu Temanggung meliputi berbagai jenis bantuan, seperti bantuan pendidikan formal, bantuan pendidikan non-formal, dan bantuan beasiswa. Bantuan pendidikan formal diberikan kepada anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi. Bantuan ini berupa uang sekolah, seragam sekolah, buku-buku pelajaran, dan perlengkapan sekolah lainnya. Dengan bantuan ini, anak-anak yang kurang mampu dapat tetap melanjutkan pendidikan mereka tanpa terkendala oleh masalah keuangan.

Selain bantuan pendidikan formal, NU Care Lazisnu Temanggung juga memberikan bantuan pendidikan non-formal, seperti bantuan pendidikan di Pondok pesantren dan TPQ. bantuan pendidikan non formal ini diberikan kepada santri dan guru ngaji.

BESANTARA

Program Besantara (Beasiswa santri dan siswa Nusantara) adalah program yang sangat bermanfaat bagi santri kurang mampu yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan beasiswa biaya pendidikan formal dan non-formal.

Dalam program ini, santri mendapatkan biaya pendidikan gratis untuk menempuh jenjang S1 di INISNU Temanggung dan biaya pendidikan gratis di pondok pesantren yang sudah menjadi rekanan Lazisnu untuk pendidikan non-formal. Program ini memberikan kesempatan bagi santri dari berbagai daerah, termasuk luar kota Temanggung bahkan luar Pulau Jawa, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Pada awal tahun 2021, sebanyak 11 santri mengikuti program ini. Namun, pada tahun 2022 jumlah santri yang mengikuti program ini berkurang menjadi 6 orang. Meskipun demikian, program ini tetap memberikan manfaat yang besar bagi para santri yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini.

Nur Atirah, seorang santri asal Kalimantan, sangat senang dengan adanya program ini karena dia mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu formal dan pesantren secara gratis. Hal ini sangat bermanfaat bagi dia karena keluarganya kurang mampu. Sedangkan Nur Fatihah Amnur, seorang santri asal Sulawesi, juga mengucapkan terima kasih atas adanya program ini. Dia memiliki harapan untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak santri kurang mampu yang dapat mengakses pendidikan formal dan non-formal secara gratis dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita mereka.

SANADI

Sanadi (Santri Mengabdi) adalah program yang bertujuan untuk mengirimkan santri untuk mengajar ngaji di daerah-daerah terpencil dan minoritas di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama) sebagai salah satu upaya untuk memperluas akses pendidikan agama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Pada tahun 2022, Lazisnu Temanggung telah mengirimkan dua santri, yaitu Mustakim dan Mufarih Albab, untuk mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Bawazier di Dusun Ngasalan, Desa Kalimanggis. Kedua santri ini bukan hanya mengajar anak-anak, tetapi juga beberapa orang tua yang tertarik untuk mengikuti program mengaji.

Menurut Suwastiko, Direktur Lazisnu Temanggung, santri yang dikirimkan biasanya berasal dari pondok pesantren di wilayah kecamatan yang dituju. Hal ini dilakukan agar akses mereka dalam mengajar mudah dan tidak sulit. Dalam hal ini, Mustakim sebagai peserta program Sanadi merasa bangga dapat menularkan ilmunya kepada orang lain. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah harapan setiap santri, dan ia sangat senang dapat terlibat dalam program ini.

Program Sanadi ini tentu memiliki dampak yang sangat positif bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan minoritas. Dengan adanya program ini, akses pendidikan agama dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat di daerah-daerah tersebut. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk berkontribusi dan berbuat baik bagi masyarakat luas.

Diharapkan program Sanadi ini terus berlanjut dan dapat dilaksanakan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Semoga dengan adanya program Sanadi ini, masyarakat di daerah terpencil dan minoritas dapat semakin terbuka dan terbantu dalam meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaannya.